Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sebuah Hati

Saat ku lihat kamu
Begetar semua jantung ku
Melihat semua ini tak berdaya
Sekejap menghilang

    Apa yang kurasa bukan hanya mimpi
    Melainkan sebuah citra yang indah
    Bintang pun tau
    Kalau kamu begitu cerah

Ku melukis wajah dengan senyum mu
Yang terlampir di dalam hati
Meski sebuah hati
Harus rela ku alihkan

    Dimana saat kita bertemu
    Aku ingin berupaya mendapatkan
    Apah yang kau mau
    Begitu pun sebuah hati ini tau

Sebuah hati tak harus meringis
Mendebgar sakit di luar hati
Sebuah hati tak harus teriris
Walau tak kuat hadapi

    Jalani yang ada sekarang
    Tak perlu menunda kapan pun itu
    Kelak sebuah hati bicara
    Bahwa hati tak boleh disakiti

Malam Ini Untukmu

Malam ini malam yang indah
Saat kau di sisiku... Oh gadis...
Tak pernah kurasakan malam ini
Dimana ketika malam itu terus bersamamu

Saat malam penuh bintang
Kau tetap memancarkan sinarmu sendiri
Saat malam penuh cinta
Hidup ini terasa sempurna... Oh gadis...

Tak pernah kurasakan
Perasaan seindah ini sebelumnya
Selamnya akan ku jaga
Senyum yang indah dari wajahmu

Cinta ini hanya untuk mu...
Kasih ini ada karena mu
Selamanya hanya kamu seorang
Satu dan terakhir di hatiku ini

Bingung

Berjalan selangkah demi selangkah
Mampu mengukir sautu jejak
Dengan penuh wibawa

Langkah yang kujejaki penuh dengan kesedihan
Karena cinta yang tak pernah bisa kudapatkan
Walau gadis yang kucintai....
Di depan mataku sendiri

Bisakah ku mendapatkan cinta sejati
Yang hidup di dalam dirinya
Hanya untuk sekian waktu....
Dan sampai hidupku tak bernyawa lagi....

Waktu


Akan waktu yang tak pernah mau menunggu
ku hanya ingin raga mu yang terlihat
tentang rasa yang ku bingkai
rindu terdalam yang ku rangkai

Entah dimana kita berpadu kembali,
dengan sejuta langkah resah
menyibak kumparan kabut dengan paras binar
yang gemerlap cahaya malam

Hingga ku luluh dengan kata terbata
saat bibir ingin berucap
saat mata ingin berkaca
dan saat raga ingin berontak

Waktu kan terus berjalan
hingga tabir kehidupan terungkap
mencapai suatu benih ketabahan
merangkum sutu bentuk kepasrahan

Apah daya ku
apalah kemampuan ku
tuk merubah takdir yang telah ditentukan
aku hanya insan yang mengarapkan ridho dari-Mu

Letih


Letih...
semenjak hal ini telah terjadi
hingga sang mentari pun mengawali
tuk berupaya mencari suatu kepastian

Letih…
hanya saja ku tak berani
mengungkapkan paras diri ini
sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

Mungkin suatu takdir tak bisa
terganti di dunia beragama ini
tapi tidak ada yang tidak mungkin
jika apah yang kita lakuin terbaik dan terindah

Aku takut, aku salah kira
meski kusadari kini ku di tengah itu semua
aku hanya dapat bertanya
tanpa sedikitpun kepastian akan jawabnya

Pertama Mengenalmu

Ketika pertama ku akrab dengan dirimu
Paras mu menggodaku untuk bisa mengenalmu
Atupun sekedar ingin menemanimu
Dari apah yang ingin ku tahu nanti

    Mengenalmu dahulu hal yang tidak mudah untuk diriku
    Aku tak menyangka akan seperti ini jadinya
    Bahwa kamu itu wanita yang cantik
    Bahkan bisa lebih cantik dari apah yg ku lihat

Kamu tau, aku bingung saat ingin berbuat apah
Mungkin apah yang ingin ku lakukan sulit terlaksana
Sebab kamu membuat mulut ini terdiam sesaat
Bahkan membuat pikirin terbagi dua
   
    Sungguh aneh jika kini aku mencintaimu
    Aku dulu hanya ingin berteman
    Tapi malah pertemanan yang mengawali hubungan ini
    Yang sampai kini masih terjalin

Kamu tau, dulu aku bukan sapa-sapa dihadapanmu
Tapi kini kamu menjadi pengisi hati kau
Bak seperti kamu menyanyi di dalam hati ini
Yang terasa terdengar merdu di nyanyikan

    Aku tidak ingin berakhir cepat
    Ataupun berakhir dengan air mata
    Yang akupun melakukan hal itu
    Baut kamu yang terindah

Kelak aku ingin cinta ini terus ada
Tapi jika aku pun masih ada disni...
Aku akan menjadi terbaik
Walau aku tau, aku bukan yang terbaik buat kamu...

Saat Itu

Saat hari itu tiba di depan mata
saat itu pula aku pun siap
dan saat itu pula aku berani memerima resiko apapun
yang mungkin tidak ada gantinya sama sekali

Kini tinggal menunggu saat itu tiba
dimana semua mata akan terpanah kesana
dengan penuh rasa was-was
atau pun degan penuh rasa semangat yang begitu dalam

Pernah aku bayangkan apah yang terjdi saat itu tiba ?
sangat tegang dan sangat menguras raga
berulang terus sampai saat itu berakhir
hingga mendapat suatu pengumuman

Asa positif akan terus berkobar-kobar
bertanda perang telah usai
dan kini tinggal bertawakal kepada sang Pencipta
meridhoi jalan terbaik

Ketakberdayaan


Jika kita harus bertekuk lutut
pada ketakberdayaan
yang membuat tak bisa berjalan
merasakan alam ini bicara

Suatu ketakberdayaan adalah....
suatu rasa nyaman
yang membuat kita
tetap berdiri di sini dan sampai kapan pun tetap disini

Suatu ketakberdayaan adalah....
suatu sikap yang tertutup
dan tak mempunyai keterbukaan terhadap ide-ide
dan gagasan-gagasan baru yang mencerahkan

Dan....
sebuah kematian adalah...
ketidakmampuan kita untuk mengikuti
bagaimana tata cara alam ini bekerja
dan hilang dari penyerahan diri
kepada sang pemilik semesta

Yang ku Rasa

Kenapa aku harus sebodoh ini
Di saat aku ingin merasakan cinta sesungguhnya
Tapi ternyata cinta itu palsu
Dan bukan cinta yang aku inginkan

    Kini aku harus terjebak di posisi
    Dimana dirinya merasakan sesuatu yang terdahulu kembali
    Yang entah bagaimana aku harus menerima itu semua
    Dalam sebuah kepahitan itu sendiri

Mungkin aku mencoba menahan semua itu
Tapi ternyata itu sangat sulit
Sesulit aku menngatakannya padamu
Bahwa aku merasakan kesakitan ini

    Aku pun ingin teriak dan menangis
    Meluapkan semua isi hati aku sendiri
    Tapi takkan harus orang pun tahu
    Bahkan seekor semut takkan harus mendengarnya

Sekarang apah yang harus aku perbuat
Melepasmu atau memberikan kamu waktu
Untuk bisa melupakan seseorang itu
Yang selalu membanyangi hati kamu

    Aku takkan memaksa kamu memilih aku
    Sebab aku kalah segalanya dari dia
    Menyamai dirinya pun aku takkan berani
    Sebab inilah aku yang kamu kenal...
   

KAU

Kau telah tinggalkan ku
Dengan penuh banyak cara
Bagiku kau adalah jiwaku
Dan bagiku kau adalah hal yang wajib kuingat

Kau tak akan bisa kulupakan
Sampai akhir hayatku
Dan samapi darah ini telah habis

Untukmu adalah jiwaku
Dan jiwamu adalah ragaku
Kelak nanti ku persambahkan kembali cinta ini

Perasaanku

Aku mencintaimu lebih dari yang dapat kubayangan
Lebih banyak dari yang aku kira
Lebih dalam dari yang aku rasakan
Lebih sakit dari yang pernah kuderita
     Tapi...Sungguh aku mencintaimu
     Lebih dari cintaku terhadap diriku sendiri
     Aku tidak dapat melupakanmu
     Ataupun...Berhenti mencintaimu
Dan perasaan ini akan terus tumbuh di dalam lubuk hatiku...
Jika perasaan ini telah tiada
Maka akan kusimpan rapi perasaan ini di dalam hatiku...

Impian Ku

Namamu begitu indah
Seperti yang ada di raut wajahmu itu
Dirimu yang begitu menawan
Yang dapat membisukan langit dan bumi

Setiap langkah kakimu selalu dilihat setiap pria
Karena itu merupakan keindahan saat dirimu jalan
Oleh itu kau sangat menawan hati,
Dari ujung rambut sampai ujung kakimu

Banyak orang yang menjaga dirimu
Dari semua hal yg menyulitkanmu
Karena banyak yang menyukaimu
Dan kamu kini begitu sulit untuk memilih salah satu diantara itu semua

Tapi mungkin itu semua hanya ada di pikiran sedikit pria
Yang ingin mendambakan seorang cewek seperti itu
Dan itu hanya satu dari beribu-ribu wanita




Your name is so beautiful
Like the look on your face in it
You are so charming
That can mute the heavens and the earth

Every step your feet always be seen every man
Because it is a beauty when your roads
By that you're so captivating,
From head to the tip of your feet

Many people who take care of yourself
Of all the things that bother you
Since many who likes you
And you are now so difficult to choose one among all

But maybe that's all in your mind a little man
What I want to crave a girl like that
And that's just one of thousands of women

10 Alasan Mencintaimu

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri